Gunadarma

Gunadarma
Gunadarma

Kamis, 19 Juni 2014

rensensi buku 2

Maha Guru Hasyim Asy’ari



Harian Bhirawa, Apr 10th, 2014
Perjuangan Maha Guru Hasyim Asy’ari
Judul buku               :  Guru Sejati Hasyim Asy’ari: Pendiri Pesantren Tebu Ireng yang Mengakhiri Era Kejayaa Kebo Ireng dan Kebo Kicak
Penulis                      : Masyamsul Huda
Penerbit                    : Pustaka Inspira, Jakarta
Cetakan                    : I, Maret 2014
Tebal                        : 270 Halaman
ISBN                        : 978-602-97066-6-6
Tahun 1870 menjadi titik mula masuknya kapitalisme ke Indonesia. Ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Gula dan Undang-Undang Agraria di Hindia Belanda. Belanda mendirikan Pabrik Gula Cukir di wilayah Timur pulau Jawa.
Pendirian pabrik dilakukan secara sewenang-wenang. Belanda mengambil paksa lahan para petani dan mengabaikan hak-hak rakyat. Dengan cara sewenang-wenang Belanda menyulap lahan penduduk menjadi lokasi pabrik. Hal itu pun memicu perlawanan dari masyarakat sekitar.

Sebab itu, Belanda mempertahankan pabrik tersebut dengan beragam cara. Termasuk dengan melanggengkan pelacuran dan perjudian disekitar pabrik. Akibatnya, suasana Dusun Sumoyono berubah menjadi carut-marut.
Perkelahian antar warga sudah menjadi pemandangan biasa. Pemerkosaan menjadi kabar yang menakutkan bagi kaum perempuan. Warga sekitar terlilit hutang sebab gaji yang semestinya dibelikan bahan pokok habis dalam meja perjudian.
Penduduk Sumoyono menyebut lokasi itu dengan nama Kebo Ireng. Kebo Ireng dikendalikan seorang jawara bernama Joko Tulus. Ketokohan Joko Tulus di Kebo Ireng ibarat raja kecil, sehingga masyarkat menjulukinya Kebo Kicak. (Halaman 103)
Buku bertajuk Guru Sejati Hasyim Asy’ari ini, menguraikan perjuangan Maha Guru Hasyim Asy’ari dalam merintis Pondok Pesantren Tebu Ireng. Agar bisa dipakai sebagai rujukan memahami sejarah dan menjadi pelajaran berharga atas perjuangan KH Hasyim Asy’ari.
Sebagai dalang terkenal dan orang terhormat di wilayah Sumoyono, Sakiban tidak bisa terus berdiam diri. Akhirnya, dia memutuskan bertemu denga Alwi untuk membincangkan masalah Pabrik Cukir. Alwi pun mengusulkan Hasyim Asy’ari sebagai tokoh pembaharu yang dapat merubah kondisi tersebut.
Saat bertemu dengan Hasyim Asy’ari, Sakiban merasa menemukan tokoh yang selama ini ia cari. Sosok pemimpin yang kharismatik, bersahaja, dan panutan menuju jalan kebenaran. Sekaligus pemimpin yang kuat secara ilmu ekonomi dan agama Islam terdapat dalam diri Hasyim Asy’ari.
Tidak mudah mencari pemimpin yang amanah dan mau ikhlas mengorbankan seluruh hidup dan matinya untuk perjuangan di tengah peradaban yang sudah rusak. Karena ini butuh keikhlasan, kesabaran dalam melakukan perjuangan mengubah peradaban secara permanen dan jangka panjang.
Satu-satunya cara menghilangkan penyakit sosial di Pabrik Cukir tanpa kekerasan adalah dengan membangun pondok pesantren. Maka Sakiban memberikan wakaf sebidang tanah sebelah Utara Pabrik Cukir sebagai lokasi pondok pesantren.
Hasyim Asy’ari meletakkan dasar pendidikan yang berharga dengan menolak wakaf tanah dan tetap membayar tanah tersebut. Baginya memperjelas suatu kepemilikan akan lebih aman dan bermartabat dibanding menerima sesuatu yang kelak bisa diperdebatkan. (Halaman 191)
Hasyim Asy’ari bersama Sakiban dan Alwi memulai merintis pendirian pondok pesantren. Pada mulanya pondok pesantren ini hanya padepokan silat dan pengobatan. Itu untuk mengelabui Belanda yang selalu mencurigai pendirian pondok pesantren. Bahkan, Sakiban mendatangkan beberapa santri dari berbagai daerah yang menguasai ilmu kanuragan.
Sekalipun pendirian pondok pesantren mendapatkan gangguan dan ancaman,  Hasyim Asy’ari tetep memperlihatkan sikap bersahabat dengan siapa saja. Termasuk pihak-pihak yang tidak suka dengannya. Kedalaman ilmu, wawasan dan kesantunan sikap selalu dia tunjukkan di mana pun. Sehingga semkin banyak memikat hati siapa saja yang mulai mengenalnya.
Keahliannya dalam bercocok tanam juga membuat masyarakat sekitar semakin kagum dengannya. Menurut Hasyim Asy’ari, perlunya membangun pondasi agama yang baik dan membangun ekonomi masyarakat secara paralel dalam metode pendidikan. Pembangunan pusat pendidikan yang ideal adalah pesantren yang mampu meletakkan pondasi dengan membangun etika bagi setiap santri. (Halaman 172)
Tujuh tahun sejak berdirinya pondok pesantren, nama Hasyim Asy’ari semakin dikenal masyarakat. Islam dan pondok pesantren itu berkembang pesat bukan karena paksaan dan tekanan, melainkan dengan sukarela.
Hasyim Asy’ari menginginkan pesantren itu memiliki nama yang bisa menjadi tetenger sebuah perubahan. Tebu Ireng adalah nama yang tepat. Nama ini memiliki nilai filosofis yang berarti tebu yang paling baik jenisnya adalah tebu ireng, batang tebu yang berwarna hitam. Dari tebu jenis yang paling baik inilah kita berharap dan atas izin Allah akan menghasilkan gula yang paling bermutu dan bernilai jual tinggi. (Halaman 260)
Sebagai keturunan Kiai Sakiban, Masyamsul Huda menyuguhkan karya yang orisinil. Fakta-fakta yang diambil berdasarkan cerita dari orangtua, masyarakat setempat dan Sekitar Tebu Ireng dan disadur dari berbagai literatur.
Masyamsul Huda tidak mengeksplorasi sosok dan ketokohan Hasyim Asy’ari secara panjang lebar. Tetapi dia hendak menghadirkan dan menyuguhkan cerita sejarah Pabrik Cukir, Kebo Ireng, Kebo Kicak dan Tabu Ireng sebagai rangkaian sejarah yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Buku ini menguak rahasia perjuangan Hasyim Asy’ari.  Sebagai Maha Guru Sejati yang membangun, membesarkan dan mempertahankan Pondok Pesantren Tebu Ireng dari Gempuran dunia hitam Kebo Ireng. Sebuah fakta sejarah pengorbanan santri dan kiai dalam memperjuangkan kemerdekaan.

resensi buku 1




Majalah Bakti, No. 263 THXX Mei
MENELADANI KEPEMIMPINAN YORITOMO




Judul            : Minamoto no Yoritomo: Akhir Kekuasaan Klan Taira
Penulis          : Eiji Yoshikawa
Penerbit        : Kansha Books, Jakarta
Cetakan        : I, Januari 2013
Tebal            : 394 halaman
ISBN            : 978-602-97196-7-3

Kekalahan Klan Minamoto oleh Klan Taira pada perang Heiji masih menyisakan luka yang sangat mendalam. Namun, kondisi negeri saat ini sangat terpuruk akibat keserakahan klan Taira. Tidak sedikit rakyat yang geram atas kepemimpinan klan Taira. Kondisi itu menguntungkan Yoritomo yang ingin melakukan balas dendam dengan menjatuhkan Taira no Kiyomori.
Buku kedua dari dwilogi Minamoto no Yoritomo merangkai perjalanan sejarah yang tidak akan dilupakan oleh klan Minamoto. Tibalah waktunya bagi Klan Minamoto untuk melakukan balas dendam atas klan Taira yang sudah meruntuhkan puing-puing klan Minamoto.

Kemewahan dan keserakahan akan menghancurkan segala hal yang sudah dicapai. Sejarah mencatat, tidak sedikit kerajaan yang terpecah-belah, bahkan mengalami kehancuran, disebabkan oleh penguasa yang serakah. Inilah kisah detik-detik kehancuran dinasti Taira yang sedang berada di atas awan.
Bagaimana tidak, jika digambarkan ada 100 orang, yang sangat takut kepada Nyuudou Kiyomori adalah 100 orang. Sedangkan orang yang membenci Nyuudou mencapai 90 orang atau lebih dalam 100 orang. Hanya sebagian kecil yang tak membenci Nyuudou karena sudah mengenal kepribadiannya. mereka menginginkan  Nyuudou tetap menjabat dan memerintah secara riang. (Halaman 23).
Salah satu kharisma dari Yoritomo adalah ketika dia dan pasukannya mengalami kekalahan saat perang di gunung Ishibashi. Tentara yang tidak seimbang menjadi penyebab utama kekalahan bagi pasukan Yoritomo. Yakni klan Minamoto hanya berjumlah 300 orang, sedangkan pihak Taira lebih dari 3.000. Walaupun mengalami kekalahan dari klan Taira, Yoritomo dengan gaya kepemimpinannya yang kharismatik membuat semua prajurit tetap dalam api yang berkobar.
Yoritomo terlahir sebagai rakyat jelata, tanpa harta tanpa dara penguasa, dan seroang anak yang diasingkan ke Izu. Dia malah dapat memahami buruknya keadaan dan dapat melihat harapan tersebut. Dia sungguh-sungguh berimpati atas semgant revolusi mereka daripada seorang pribadi. (halaman 97). Dengan itulah banyak yang ikut berpartisipasi dan bergabung dengannya untuk menggulingkan klan Taira.
Sebagai seorang pemimpin, Yoritomo sangat memiliki karakter yang tegas dan teguh pendirian serta disiplin. Bahkan, ketika bala bantuan sebanyak 20.000 pasukan datang terlambat, dengan tegas dia mengatakan, “Pasaukan 20.000 orang, bahkan seratus ribu orang pun tak ada gunanya jika terlambat. Keterlambatan adalah larangan pertama bagi kaum ksatria…” (halaman 145).
Namun kharisma itu tidak memudar dari sosok Yoritomo. Pasukan itu tetap setia menunggu sampai kemarahannya reda. Bahkan, kabar ada bala bantuan ini sampai ke telinga Nyuudou Kiyomori. Setiap kali informasi baru, jumlah pasukan Yoritomo terus bertambah.
Harapan Yoritomo untuk dapat menggulingkan klan Taira bertambah besar setelah dirinya bertemu dengan adiknya setelah 20 tahun berpisah. Minamoto no Kurou Yushitsune dialah anak bungsu dari mendiang Yoshitomo yang terpisah dengan saudaranya saat kerusuhan Heiji.
Kegagahan yang sudah dicapai tidak terlepas dari peran adiknya, Kurou Yoshitsune. Merasa siap, Yoritomo menunjuk adiknya, Yushitsune, untuk memimpin peneyerbuan ke ibukota. Keberhasilan Yoshitsune menguasai ibukota membuat prajurit dan mantan Kaisar semakin mencintainya. Hal tersebut membuat Yoritomo ingin menyingkirkan sang adik.
Di sisi lain, klan Taira siap merebut kembali Ibukota, dan hanya Yoshitsune yang menjadi harapan klan Minamoto. Eiji Yoshikawa memang piawai dalam menghasilkan karya dengan genre fiksi sejarah. Buku kedua ini mengajak kita untuk menyelami jiwa pemimpin pada diri Yoritomo yang berapi-api dalam membela kedaulatan rakyatnya. Di samping menyelami jiwa samurai dalam diri Yoshitsune, yang pandai dalam membuat strategi perang.
Jerih payah selama ini menghasilkan wilayah timur sampai Hitachi dan Shinano tunduk kepada Yoritomo. Tapi Fujiwara no Hidehiradi Oushu belum menyatakan akan memihak klan Minamoto. Apalagi wilayah Barat dari Sagami, seluruhnya masih di bawah kekuasaan klan Taira. (halaman 214). Buku ini menjawab rasa penasaran dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat membaca buku pertama. Silahkan untuk disimak dalam buku Minamoto no Yoritomo II yang diterbitkan dan ditermahkan oleh Penerbit Kansha (Mahda) Books.
Karakter Yoritomo yang tegas dan kuat dalam membawa pasukannya ke pintu gerbang pencerahan patut dijadikan tauladan. Begitu juga dengan prinsip-prinsip ksatria yang terdapat di dalamnya. Yakni ksatria harus menjadi teladan bagi rakyat dalam kehidupan sehari-hari. Selain tidak melupakan introspeksi diri dan keadaban. Itulah yang diajarkan Yoritomo kepada semua pasukannya.

Eiji mengajak para pembaca untuk menyelami kembali sejarah kerajaan Jepang melalui karya sastra. Buah tangan yang satu ini menghadirkan tokoh yang memiliki jiwa pemimpin pada diri Yoritomo, dan jiwa ksatria pada Yoshitsune. Yoshitsune memang dikenal sebagai ksatria yang memiliki strategi dan kecerdasan luar biasa dalam berperang. Keduanya mengjarkan pembaca untuk tidak mencampuradukkan antara masalah pribadi atau keluarga dengan masalah kepentingan umum. Setiap karya Eiji Yoshikawa memang menghadirkan kisah-kisah yang sarat dengan nilai historis. 
 Segala kekurangan yang ada dalamnya, tetap membuat buku ini layak untuk dibaca, terutama bagi yang concerndalam novel sejarah. Penyajiannya sangat berwarna, mulai dari aspek ketegangan, kesedihan, sampai lelucon yang akan menyelingi pembaca dalam menelusuri setiap lembarnya.
Karena dari buku ini kita belajar tentang keberanian, kedisiplinan, kesetiaan, etika berperang, menjadi pemimpin yang inspiratif dan bangkit dari keterpurukan. Selain, tentunya saja belajar tentang sejarah Jepang

Selasa, 26 November 2013

Cloud computing

Cloud computing adalah hasil dari evolusi bertahap di mana sebelumnya terjadi fenomena grid computing, virtualisasi, application service provision (ASP) dan Software as a Service (SaaS). Konsep penyatuan computing resources melalui jaringan global sendiri dimulai pada tahun ‘60-an. Saat itu muncul “Intergalactic computer network” oleh J.C.R. Licklider, yang bertanggung jawab atas pembangunan ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) di tahun 1969. Beliau memiliki sebuah cita-cita di mana setiap manusia di dunia ini dapat terhubung dan bisa mengakses program dan data dari situs manapun, di manapun. Menurut Margaret Lewis, Direktur Marketing Produk AMD. “Cita-cita itu terdengar mirip dengan apa yang kini kita disebut dengan cloud computing”. Para pakar komputasi lainnya juga memberikan penambahan terhadap konsep ini, di antaranya John McCarthy yang menawarkan ide mengenai jaringan komputasi yang akan menjadi infrastruktur publik, sama seperti the service bureaus yang sudah ada sejak tahun ‘60-an.
Semenjak tahun ‘60-an, cloud computing telah berkembang berdampingan dengan perkembangan Internet dan Web. Namun karena terjadi perubahan teknologi bandwidth yang cukup besar pada tahun 1990-an, maka Internet lebih dulu berkembang dibanding cloud computing. Dan kini teryata terlihat bahwa pendorong utama cloud computing adalah karena adanya revolusi Internet. Salah satu batu loncatan yang cukup drastis adalah dengan adanya Salesforce.com di tahun 1999, yang merupakan pencetus pertama aplikasi perusahaan dijalankan melalui Internet. Perkembangan berikutnya adalah adanya Amazon Web Services di tahun 2006, di mana dengan teknologi Elastic Compute Cloud (EC2), terdapat situs layanan web yang di komersialkan yang memungkinkan perusahaan kecil dan individu untuk menyewa komputer atau server, agar dapat menjalankan aplikasi komputer mereka.
Batu lompatan besar lainnya datang di tahun 2009 dengan Web 2.0 mencapai puncaknya. Google dan lainnya memulai untuk menawarkan aplikasi browser-based untuk perusahaan besar, seperti Google Apps. “Kontribusi yang paling penting dari komputasi cloud adalah munculnya “killer apps” dari penguasa teknologi seperti Microsoft dan Google. Ketika perusahaan tersebut mengirimkan layanan dalam bentuk yang mudah untuk di konsumsi, efek penerimaannya menjadi sangat luas”, menurut Dan Germain, Chief Technology IT provider Cobweb Solution. “Faktor utama lainnya yang mempengaruhi berkembangnya komputasi cloud antara lain matangnya teknologi visual, perkembangan universal banwidth berkecepatan tinggi, dan perangkat lunak universal”, menurut Jamie Turner sang pelopor komputasi cloud. Turner menambahkan, “cloud computing sudah menyebar luas hingga kepada para pengguna Google Doc. Kita hanya dapat membayangkan betapa besarnya ruang lingkup yang sudah di capai. Apa saja dapat di lakukan dan dikirimkan melalui cloud”.



Teknologi informasi adalah komponen yang sangat penting dalam dunia usaha. Apapun jenis bisnis Anda, terkadang memang benar-benar bersandar pada pemanfaatan teknologi informasi. Namun seperti Anda ketahui, teknologi informasi itu sifatnya selalu berubah, bisa dikarenakan perkembangan teknologi itu sendiri, atau memang harus berubah untuk mengikuti requirement bisnis Anda.
Jika Anda sampai pada titik ini, maka mau tidak mau, Anda harus mengambil langkah untuk mengakomodir perubahan tersebut, bisa dalam bentuk pembelian server baru, penggantian hardware, perluasan ruang data centre, pengembangan aplikasi, atau enhancement lainnya yang membutuhkan effort yang besar, biaya yang tidak sedikit, dan waktu implementasi yang cukup lama. Untuk itulah Anda butuh sebuah solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu cloud computing.

Teknologi yang memungkinkan sharing kapasitas server & storage secara muTVi tenant dan on-demand,melalui jaringan private dan internet.

Secara garis besar definisi cloud computing menurut NIST (Mell dan Grance, 2009) dapat digambarkan sebagai berikut :
[gambar] 

Jika ditarik kesimpulan secara umum, cloud computing adalah sebuah mekanisme, dimana sekumpulan IT resource yang saling terhubung dan nyaris tanpa batas, baik itu infrastruktur maupun aplikasi, dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh pihak ketiga, sehingga memungkinkan customer untuk menggunakan resource tersebut secara on demand melalui network, baik yang sifatnya jaringan private maupun publik.

Dengan menggunakan teknologi cloud computing , perusahaan bisa fokus pada bisnis utama, memiliki kecepatan untuk mengikuti kebutuhan bisnis sehingga tidak kehilangan business opportunity, bisa membuat management cost yang lebih baik karena peralihan dari CAPEX to OPEX dan yang tak kalah penting adalah penggunaan tekhnologi yang terupdate dan terstandarisasi yang akan digunakan pada platform Cloud Computing. Dengan demikian perusahaan bisa lebih memikirkan hal-hal yang bersifat strategis untuk kemajuan bisnisnya.

Cloud computing saat ini telah menjadi realita, dan ini akan memaksa para IT professional untuk cepat mengadaptasi teknologi ini. Akibat dari kondisi sosial ekonomi yang terus mengalami revolusi yang sangat cepat sehingga teknologi cloud computing ini dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas bagi dunia bisnis. Implementasi cloud computing pada dasarnya adalah menggunakan Internet-Based service untuk mensupport business process perusahaan. Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah :

  • Sangat cepat di deploy, sehingga bersifat instant untuk implementasi.
  • Biaya start-up teknologi ini cukup terjangkau dan meminimalisir adanya biaya modal investasi yang mahal.
  • Biaya service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.
  • Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tanpa adanya penalty.
  • Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (banyak klien pengguna dalam 1 platform).
  • Kemampuan untuk mengcustomize service sesuai kebutuhan klien akan menjadi sangat fleksibel.


Sistem cloud secara otomatis mengawasi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya komputasi dengan memanfaatkan kemampuan pengukuran misalnya penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna aktif. Penggunaan sumber daya dapat dipantau, dikendalikan, dan dilaporkan sebagai upaya memberikan transparansi bagi pelanggan.



Selasa, 05 November 2013

teknisi komputer

Teknik komputer
Teknik komputer (disebut juga teknik sistem komputer atau computer engineering) adalah suatu disiplin khusus yang mengkombinasikan teknik elektro dan ilmu komputer. Seorang teknisi komputer adalah teknisi elektro arus lemah yang lebih berfokus pada sistem sirkulus digital , sistem komunikasi data pada frekuensi radio, dan elektronika sebagai bagian dari komputer secara menyeluruh. Dari kacamata ilmu komputer, seorang teknisi komputer adalah seorang arsitek perangkat lunak yang memiliki fokus pada interaksi antara perangkat lunak dan perangkat keras program serta komponen perangkat  pendukungnya.
Jenis pekerjaan ini contohnya teknisi komputer adalah merakit komputer (biasa ditemui di toko komputer), memasang jaringan dan infrastruktur IT lainnya (petugas lapangan). Untuk pekerjaan ini tidak dibutuhkan tingkat kesarjanaan.